Peraturan Akademik

Berikut merupakan peraturan akademik FISIP yang mengacu kepada Peraturan Akademik Universitas Andalas tahun 2009 dan menjadi pedoman bagi jurusan Ilmu Hubungan Internasional

 

Pasal 19

1.        UTS dilaksankan pada pertengahan semester secara terjadwal sesuai dengan kalender akademik universitas.

2.        UAS dilaksanakan pada akhir semester secara terjadwal sesuai dengan kalender akademik.

3.        Dalam hal tertentu, UTS dan UAS di luar jadwal yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) dapat dilaksankan atas izin dekan.

4.        UTS dan UAS dilaksanakan sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku.

Pasal 21

1.        Dalam mengikuti ujian, mahasiswa harus tertip, jujur, disiplin, tepat waktu, mengikuti aturan-aturan dan norma-norma sebuah ujian.

2.        Pada saat ujian berlangsung, mahasiswa dilarang berlaku curang, seperti kerja sama, mencontek, atau membuka catatan dan tindakan sejenis lainnya.

3.        Pada saat ujian berlangsung, mahasiswa dilarang mengganggu peserta ujian lainnya atau berbuat yang mengganggu ketentraman dan ketertiban ujian.

4.        Mahasiswa dilarang meminta bantuan pihak lain untuk membantu atau mengerjakan soal-soal, baik langsung maupun tidak langsung.

 

 

 

SISTEM PENILAIAN

Pasal 22

1.        Penilaian ujian dilakukan dengan menggunakan norma absolut yaitu penilaian acuan patokan (PAP).

2.        Norma PAP digunakan untuk mengukur capaian kompetensi kognitif, psikomotorik, dan afektif.

3.        Penilaian ujian dilakukan dengan transparan berupa memberikan kunci jawaban dan atau pengembalian kertas ujian.

 

Pasal 23

1.        Nilai lengkap akhir semester (NLAS) suatu mata kuliah merupakan nilai komprehensif dari seluruh komponen penilaian yang ditetapkan oleh dosen pengampu.

2.        Pembobotan atau penjumlahan dilakukan secara proporsional terhadap seluruh komponen penilaian yang ditentukan oleh dosen pengampu mata kuliah atau koordinator blok.

3.        NLAS diterbitkan dalam KHS yang ditandatangani oleh pembantu Dekan I atau yang diberikan wewenang untuk itu.

4.        KHS diterbitkan setiap akhir semester.

5.        Seorang mahasiswa atau pihak lain dilarang memodifikasi, mengubah nilai dosen, ataupun nilai dalam KHS.

6.        Mahasiswa dilarang untuk melakukan negoisasi perbaikan nilai kepada dosen atau pihak lain.

 

Pasal 25

1.        Seseorang mahasiswa yang belum dapat menyelesaikan semua persyaratan tugas-tugas akademik dengan suatu alasan yang sesuai dengan aturan dan ketentuan, dan dapat diterima, maka untuk waktu 1 minggu setelah UAS dapat diberikan nilai belum lengkap (BL) oleh dosen penanggung jawab mata kuliah atau koordinator blok.

2.        Nilai BL sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilengkapai dalam batas waktu paling lambat 2 minggu semenjak pengumuman nilai UAS, kecuali nilai KKN, PKL, seminar proposal, seminarhasil penelitian dan ujian komprehensif/skripsi. Setelah lewat waktu yang ditentukan, maka nilai BL tersebut dinyatakan R (tidak lulus).

 

Pasal 26

1.        Setiap mahasiswa yang memperoleh nilai D dan/atau E harus memprioritaskan untuk memperbaiki nilai tersebut dengan wajib mengulang dan mengikuti kegiatan kuliah, pratikum, tugas akademik lainnya secara utuh dan penuh, serta mencantumkannya dalam KRS sesuai dengan ketentuan.

2.        Setiap mata kuliah yang diulang untuk perbaikan nilai, maka nilai yang dipakai untuk menghitung IP dan IPK serta penulisan dalam transkrip adalah nilai yang terbaru.

3.        Setiap mahasiswa yang akan mengikuti ujian sarjana/ujian akhir diaturdengan ketentuan masing-masing fakultas/jurusan/program studi/bagian dengan ketentuan mempunyai nilai D maksimum hanya 2 (dua) buah.

4.        Jika mata kuliah yang bernilai D lebih dari 2 buah dan paling banyak empat buah, dapat dilakukan ujian khusus oleh dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan atas izin dekan, dengan batasan kelebihan perolehan nilai D dengan ujian khusus tersebut maksimal 2 buah, dengan syarat mata kuliah tersebut telah diperbaiki/diulang sebelumnya dengan mengikuti perkuliahan yang dicantumkan dalam KRS.

5.        Ujian khusus seperti yang dimaksud dalam ayat (4), dapat pula dilakukan apabila mata kuliah tersebut diambil oleh mahasiswa pada (1) satu semester sebelum Ujian Akhir Semester.

 

 

 

TUGAS AKHIR DAN UJIAN AKHIR

 

Pasal 27

1.        Setiap mahasiswa yang akan menyelesaiakan studinya wajib menyelesaikan tugas akhir.

2.        Seorang mahasiswa diperkenankan untuk membuat tugas akhir apabila telah mengambil mata kuliah minimal 100sks, dan telah lulus mata kuliahprasyarat minimal C.

3.        Tugas akhir sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: skripsi, laporan praktik akhir, makalah analitik, dan bentuk tugas lainnya yang diatur tersendiri oleh program studi/jurusan/bagian atas persetujuan dekan.

4.        Bagi fakultas yang menyelenggarakan ujian komprehensif, ujian akhir dapat di ambil setelah ujian tertulis komprehensif.

Pasal 28

1.        Pedoman penyusunan dan penulisan skripsi ditetapkan oleh setiap fakultas.

2.        Bobot atau nilai kredit skripsi meliputi kegiatan penyusunan dan seminar proposal, penelitian. Penuliasan, dan seminar skripsi serta ujian akhir sehingga berjumlah 6 (enam) sks.

3.        Penyusunan proposal, skripsi, atau tugas akhir maupu tugas-tugas akademik lainnya harus dikerjakan sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan dan disahkan oleh dosen pembimbing dengan membubuhkan tandatangan.

4.        Dalam penulisan proposal, skripsi, atau tugas akhir lainnya dilarang melakukan plagiat terhadap penelitian atau karya ilmiah lainnya sebagai hasil buah pikiran orang lain.

5.        Sebuah proposal, skripsi, atau tugas akademik lainnya dilarang di tulis atau disusun oleh orang lain.

Pasal 29

1.        Pemeriksaan draf rencana penelitian (proposal) atau sejenisnya oleh dosen pembimbing dan perbaikannya oleh mahasiswa yang bersangkutan tidak lebih dari 1 (satu) bulan.

2.        Lama penelitian atau sejenisnya diatur oleh ketua jurusan/program studi/bagian.

3.        Pemeriksaan draf skripsi hasil penelitian atau sejenisnya oleh dosen pembimbing atau perbaikannya oleh mahasiswa yang bersangkutan tidak lebih dari 2 (dua) bulan.

4.        Proposal dan hasil penelitian sebagai tugas akhir diseminarkan oleh mahasiswa, diatur persyaratan dan penjadwalannya oleh fakultas/jurusan/bagian.

Pasal 30

 

1.        Setiap mahasiswa yang akan menyelesaikan rangkaian kegiatan akademik pada suatu program studi harus menempuh ujian akhir.

2.        Setiap mahasiswa sudah dapat mengikuti ujian akhir, apabila telah memenuhi syarat:

a)       Mempunyai IPK minimal 2,00

b)       Tidak memperoleh nilai E, dan nilai D tidak lebih dari 2 (dua) buah yang tidak temasuk dipersyaratkan lulus dengan nilai minimal C

c)        Telah lulus seminar tugas akhir atau skripsi dan sejenisnya.

d)       Telah lulus TOEFL minimal institusi dengan skor yang ditetapkan oleh program studi.

3.        Ujian akhir sepeti yang dimaksudkan pada ayat (1) dapat berbentuk salah satu atau keduanya dari:

a)       Ujian Komprehensif

b)       Ujian tugas akhir

4.        Ujian akhir seperti yang dimaksudkan pada ayat (2) dan ayat (3) ditentukan jadwalnya oleh fakultas/jurusan/bagian dan ditetapkan dengan surat keputusan dekan atau ketua jurusan.

5.        Hasil ujian akhir dinyatakan dalam bentuk : (a) lulus; (b) tidak lulus.

6.        Mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus dalam kesempatan ujian pertama sebagaimana yang dimaksudkan pada ayat (5) huruf b, masih diberikan kesempatan untuk menempuh ujian ulang.

7.         

 

GELAR KESARJANAAN

Pasal 33

Gelar akademik sarjana di tempatkan di belakang nama yang berhak atas gelar yang bersangkutan dengan mencantumkan huruf S ditambah dengan bidang keahlian seperti tabel berikut:

 

 

No

Kelompok Program

Studi

Gelar Akademik

Singkatan

1

Ekonomi

Sarjana Ekonomi

S.E

2

Farmasi

Sarjana Farmasi

S.Farm

3

Hukum

Sarjana Hukum

S.H

4

Ilmu Politik

Sarjana Ilmu Politik

S.I.P

5

Ilmu Sosial

Sarjana Ilmu Sosial

S.Sos

6

Kedokteran

Sarjana Kedokteran

S.Ked

7

Kehutanan

Sarjana Kehutanan

S.Hut.

8

Keperawatan

Sarjana Keperawatan

S.Kep.

9

Kesehatan Masyarakat

Sarjana Kesehatan Masyarakat

S.K.M

10

Matematika dan ilmu Pengetahuan Alam

Sarjana Sains

S.Si

11

Perikanan

Sarjana Perikanan

S.Pi.

12

Pertanian

Sarjana Pertanian

S.P

13

Peternakan

Sarjana Peternakan

S.Pt.

14

Sastra

Sarjana Sastra

S.Hum

15

Teknik

Sarjana Teknik

S.T

16

Teknologi Pertanian

Sarjana Teknologi Pertanian

S.T.P

 

 

BAB VII

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DOSEN

UMUM

 

Pasal 34

1.        Tugas pokok sesorang dosen adalah mengajar dan mendidik yang meliputi memberi kuliah, pratikum, tutorial, pelatihan, dan evaluasi atau ujian, serta tugas pembelajaran lainnya kepada mahasiswa, sesuai dengan jenjang jabatan akademik dosen yang bersangkutan.

2.        Di samping tugas mengajar dan mendidik, tugas lain seorang doesn adalah melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

3.        Selain tugas yang dimaksud pada ayat (1) dan (2), doesn mempunyai tugas sebagai penasehat akademik dan pembimbing tugas akhir sampai mahasiswa menyelesaikan studi.

4.        Beban tugas seorang minimal setara dengan 12 (dua belas) sks per semester.

 

Pasal 35

1.        Seorang dosen berkewajiaban memenuhi kegiatan akademik sesuai dengan penetapan sks.

2.        Dosen dilarang untuk memodifikasi nilai atau bernegoisasi nilai dengan mahasiswa.

3.        Dosen dilarang membocorkan soal-soal ujian, baik soal mata kuliah sendiri maupun dosen lainnya atau memberikan kesempatan untuk itu.

4.        Dosen dilarang membantu mahasiswa mengerjakan soal-soal dalam ujian atau memberikan peluang untuk itu.

5.        Dosen dilarang menerima pemberian dalam bentuk apa pun dari pihak lain yang terkait dengan dan mempengaruhi nilai mahasiswa atau kewajiban dosen terhadap mahasiswa tertentu.

6.        Dosen dilarang memperlakukan mahasiswa di luar kepatutan, seperti mempersulit mahasiswa dalam kegiatan akademik, memperlakukan mahasiswa tidak adil, menyusun proposal skripsi atau tugas akhir lainnya untuk mahasiswa, mensyaratkan mahasiswa membeli diktat atau sejenisnya dari dosen, dan hal-hal lain yang kurang pantas.

7.        Dosen wajib menyusun SAP dan GBPP atau RPKPS

8.        Dosen wajib hadir mengawas ujian UTS dan UAS serta ujian Blok sesuai dengan yang ditegaskan.

 

PENASEHAT AKADEMIK

 

Pasal 36

1.        Penasehat akademik adalah dosen penasehat akademik bagi mahasiswa yang ditetapkan sejak diterima sebagai mahasiswa, dan selanjutnya disebut PA.

2.        Sebagai PA, dosen bertugas dan bertanggung jawab untuk:

a)       Memberikan penjelasan kepada mahasiswa tentang sistem pendidikan dan administrasi akademik universitas, fakultas, dan jurusan.

b)       Memberikan bimbingan khusus kepada mahasiswa dalam menentukan rencana studi menyeluruh pada awal studi, mengisi KRS semester, dan mengesahkannya dengan membubuhkan tanda tangan.

c)        Memberikan penjelasan dan nasehat kepada mahasiswa tentang cara-cara belajar yang baik, memanfaatkan waktu dan fasilitas belajar secara maksimal sehingga dapat menyelesaikan studi lebih awal atau tepat waktu.

d)       Menyediakan waktu yang cukup untuk berkonsultasi dengan mahasiswa paling kurang 3 kali dalam satu semester, yaitu pada awal semester, sebelum ujian tengah semester, dan sebelum ujian akhir semester.

e)       Mengevaluasi prestasi belajar mahasiswa yang diasuh dan melaporkannya secara teratur setiap akhir semester kepada ketua jurusan/program/bagian untuk diteruskan kepada dekan.

f)        Memberikan nasehat kepada mahasiswa yang prestasinya menurun, meneliti sebab-sebabnya, dan membantu mencarikan jalan keluar agar prestasi mahasiswa tersebut dapat meningkat pada semester berikutnya

g)       Bila ada masalah dalam proses belajar yang tidak dapat diselesaikan oleh PA disarankan untuk diteruskan pada bimbingan dan konseling universitas.

 

Pasal 37

1.        Dosen PA diangkat dan diberhentikan oleh dekan atas usul ketua jurusan/program/bagian.

2.        Dosen sebagai PA dapat mengasuh mahasiswa maksimum 20 orang per tahun akademik atau disesuaikan dengan kondisi fakultas.

Pasal 38

1.        Dosen PA dapat diganti apabila dosen tersebut: (a) tugas belajar; (b) berhalangan tetap; (c) tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.

2.        Penggantian PA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan surat keputusan dekan atas usul ketua jurusan/program/bagian.

 

 

PEMBIMBING TUGAS AKHIR/SKRIPSI MAHASISWA

Pasal 39

Dosen sebagai pembimbing tugas akhir mahasiswa bertugas dan bertanggung jawab untuk:

1.        Membimbing penyusunan rencana (proposal) penelitian/tugas akhir.

2.        Memeriksa konsep rencana penelitian.

3.        Memonitor pelaksanaan penelitian.

4.        Membimbing penyusunan skripsi/tugas akhir.

5.        Memeriksa draf skripsi/tugas akhir.

Pasal 40

1.        Pembimbing skripsi/tugas akhir untuk setiap mahasiswa terdiri dari 1 sampai 3 orang dosen.

2.        Pembimbing pertama dengan syarat:

a)       Sesuai dengan bidang ilmunya.

b)       Jabatan akademik minimal Lektor Kepala atau Jabatan akademik minimal Lektor, tetapi bergelar Magister dengan tesis, atau Jabatan akadekmik Asisten ahli, tetapi bergelar Doktor.

3.        Pembimbing lainnya dengan syarat minimal pangkat penata tingkat I Golongan III/d, atau bergelar magister atau doctor.

4.        Pembimbing lain sebagai dimaksud pada ayat (3) dapat berasal dari luar unand dengan syarat relevan dan kompeten dalam bidang yang dibimbingnya.

5.        Apabila ketersediaan jenjang jabatan akademik pada suatu fakultas tidak memungkinkan, maka persyaratan pembimbing dapat diturunkan.

6.        Pembimbing dapat diangkat dan diberhentikan dengan surat keputusan dekan dan atau pejabat yang ditunjuk untuk itu atas usul ketua jurusan/program/bagian.

 

Pasal 41

Dosen dapat membimbing tugas akhir mahasiswa paling banyak 10 orang per tahun atau disesuaikan dengan kondisi fakultas.

 

Pasal 42

1.        Dosen pembimbing tugas akhir atau skripsi dapat diganti apabila dosen yang bersangkutan; a. tugas belajar; b. mengundurkan diri yang disetujui oleh ketua program studi; c. berhalangan tetap; d. mahasiswa mengganti topic/materi skripsi atau tugas akhir; e. pensiunan; atau f. alasan lain berdasarkan pertimbangan ketua jurusan/program/bagian.

2.        Penggantian pembimbing tugas akhir atau skripsi ditetapkan dengan surat keputusan dekan atas usul ketua jurusan/program studi/bagian.

 

HAK DAN KEWAJIBAN MAHASISWATERHADAP PENASEHAT AKADEMIK  DAN

DOSEN PEMBIMBINGTUGAS AKHIR

Pasal 43

1.        Setiap mahasiswa berhak mendapatkan penasehat akademik mulai dari awal pendidikan sampai penyelesaian studi.

2.        Setiap mahasiswa berhak mendapatkan pembimbing tugas akhir mulai dari semester VI, dan paling lambat pada awal semester VII, sampai dengan penyelesaian tugas akhir/skripsi.

3.        Dalam penyelenggaraan kegiatan akademik, setiap mahasiswa berhak:

a)       Memperoleh penjelasan dan nasehat dari PA

b)       Memperoleh bimbingan akademik dan penyusunan rencana penelitian, pelaksanaan penelitian, skripsi dan tugas akhir lainnya dari pembimbing tugas akhir.

4.        Setiap mahasiswa berhak menanyakan dan memperoleh hasil koreksi draf rencana penelitian, pelaksanaan penelitian, skripsi dan tugas akhir lainnya dari pembimbingnya.

 

Pasal 44

1.        Dalam penyelenggaraan kegiatan akademik, setiap mahasiswa berkewajiban untuk:

a)       Berkonsultasi, berdiskusi, dan melaporkan kemajuan belajar secara teratur kepada PA paling kurang 3 kali setiap semester, dan meminta pengesahan KRS-nya.

b)       Menyelesaikan penelitian, skripsi dan tugas lainnya paling lama 6 bulan semenjak rencana penelitian/tugas akhir setujui pembimbing, hanya dapat diperpanjang lagi selama 6 (enam) bulan dengan persetujuan pembimbing.

2.        Bila seorang mahasiswa tidak mampu menyelesaikan penulisan skripsi/tugas akhir dalam jangka waktu 1 (satu) tahun semenjak yang bersangkutan selesai melaksanakan penelitian, maka skripsi/tugas akhir tersebut dapat dibatalkan dan diganti dengan judul/materi yang lain, sesuai dengan rekomendasi pembimbing

 

 

 

 

 

BAB VIII

PENDAFTARAN

Pasal 45

1.        Setiap mahasiswa wajib mendaftar pada tiap semester yang dilakukan pada akhir semester berjalan sebelumnya, kecuali semester 1.

2.        Mahasiswa yang tidak mendafatar pada jadwal yang ditentukan karena alasan tertentu dan dapat diterima, diberikan kesempatan mendaftar pada jadwal yang ditetapkan oleh universitas yang diatur tersendiri dan tidak melebihi 2 minggu dari jadwal reguler.

3.        Pendaftaran ulang mahasiswa dapat dilakukan secara online atau diwakilkan kepada orang lain dengan surat kuasa, berdasarkan alasan yang wajar dan dapat diterima dengan sepengetahuan PA.

 

BERHENTI STUDI SEMENTARA

Pasal 46

1.        Seorang mahasiswa dapat berhenti studi sementara karena keadaaan terpaksa, paling lama 4 (empat) semester efektif dengan izin rektor.

2.        Berhenti studi sementara sebagaimana dimaksud pada ayat 1 , harus diketahui PA atau Pembimbing tugas akhir dan ketua program studi jurusan, dilengkapi dengan rekomendasi dekan, ditetapkan dengan surat keputusan rektor

3.        Jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak diperhitungkan sebagai lamanya masa studi efektif mahasiswa yang bersangkutan.

4.       Mahasiswa yang menghentikan studinya tanpa izin rektor lebih dari 2 (dua) semester tidak dibenarkan lagi mendaftar.

 

 

KARTU HASIL STUDI

Pasal 47

1.        KHS dikeluarkan oleh fakultas paling lambat 2 (dua) minggu setelah UAS berakhir.

2.        Seluruh nilai yang telah diolah di fakultas, diinvestarisasi di BAAK universitas.

3.       Nilai yang telah diinventarisi oleh BAAK dapat diakses secara online.

 

 

TRANSKRIP NILAI

Pasal 48

1.       Semua mata kuliah yang sudah pernah diambil dan tercantum dalam KHS harus dicantumkan dalam transkrip nilai.

2.       Transkrip dapat diberikan kepada mahasiswa setelah yang bersangkutan menyelesaikan studi, atau masih dalam masa studinya atas permintaan yang bersangkutan.

3.       Transkrip nilai terakhir mahasiswa dikeluarkan dalam 2 (dua) bahasa yakni bahasa indonesia dan inggris

4.       Fakultas wajib menyimpan buku induk/arsip fakultas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling kurang selama 30 tahun setelah tamat.

5.       Buku induk/kearsipan fakultas diisi berdasarkan KHS mahasiswa dari ke semester.

 

Bab IX

PINDAH PROGRAM STUDI

Pasal 49

1.        Mahasiswa dapat pindah program studi dalam jenjang pendidikan yang sama: antar program studi di dalam fakultas, antar fakultas di lingkungan universitas, dan antar universitas.

2.        Pindah program studi dalam universitas dan antar universitas haruslah memperhatikan hal-hal berikut:

a)       Persyaratan akademik

b)       Daya tampung dan keadaan fasilitas pendukung pada fakultas/jurusan/program studi penerima.

c)        Perpindahan dari program reguler mandiri ke program reguler dapat dibenarkan setelah lulus ujian seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

3.        Persyaratan mengenai pindah pada ayat 1 dan 2 di atas diatur oleh program studi yang menerima.

Pasal 50

Mahasiswa yang akan pindah program studi dalam fakultas yang sama, harus memperoleh izin pindah dari ketua jurusan/program studi/ bagian dan dekan fakultas setelah mempertimbangkan kelayakan akademik yang bersangkutan.

 

 

Pasal 51

1.        Perpindahan mahasiswa suatu program studi dari luar ke Universitas Andalas, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a)       Mengajukan permohonan kepada Rektor dengan tembusan kepada Dekan Fakultas/Jurusan/Program Studi/Bagian yang dituju, dengan melampirkan surat izin pindah dari Universitas asal.

b)       Berasal dari Program Studi yang sama pada universitas negeri yang akreditasinya minimal sama dengan Universitas Andalas.

c)        Telah mengikuti sistem kredit semester.

d)       Terdaftar dan aktif paling kurang selama 2 (dua) semester dan tidak lebih dari 4 (empat) semester di universitas asal, memiliki IPK minimal 2,5.

e)       Setelah dievaluasi, tidak merupakan mahasiswa dalam kategori tidak diizinkan melanjutkan studi di Universitas Andalas

f)        Memenuhi persyaratan akademik dan persyaratan lainnya sebagaimana ditetapkan oleh fakultas yang dituju.

2.        Dalam hal mahasiswa pindah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dinyatakan diterima setelah mendapatkan persetujuan dari Dekan fakultas program studi yang dituju.

3.        Mahasiswa pindah program studi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diharuskan memenuhi persyaratan administrasi akademik sebagai berikut:

a)       Mendaftar pada BAAK sesuai prosedur.

b)       Diberikan nomor buku pokok, dengan tetap menggunakan tahun yang lama dan nomor berikutnya sesuai dengan penomoran fakultas dan program studi yang menerima.

c)        Kredit dan IPK mata kuliah yang dibawa mahasiswa dievaluasi oleh fakultas penerima untuk diakui.

d)       Masa studi yang telah ditempuh pada universitas asal diperhitungkan dalam evaluasi selanjutnya.

e)       Membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan Biaya Administrasi lainnya sebagaimana layaknya mahasiswa baru tahun tersebut.

Pasal 52

Mahasiswa yang pindah program studi ke luar Universitas Andalas dapat diberikan surat izin pindah setelah mengajukan permohonan rekomendasi oleh dekan fakultas/jurusan/ program studi/bagian mahasiswa bersangkutan.

Pasal 53

Mahasiswa pindah program studi sebagaiman dimaksud pada pasal 54, pasal 55, pasal 56, pasal 57, dan pasal 58 peraturan ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Rektor.

Pasal 54

Pemberian rekomendasi pindah dan proses evaluasi serta administrasi penerimaan dilakukan 2 (dua) kali setahun dan hanya dalam jadwal yang telah ditetapkan dalam kalender akademik.

BAB X

KETENTUAN PEMBERIAN SANKSI

 

Pasal 55

Pelanggaran terhadap aturan dan larangan peraturan akademik ini dapat diberikan sanksi berupa sanksi administratif (teguran tertulis), dan sanksi akademik (skorsing), serta sanksi sesuai dengan PP. Nomor 60 tahun 1999 untuk dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

 

BENTUK SANKSI

Pasal 56

1.         Sanksi administrastif terhadap dosen berbentuk:

a)       Teguran lisan

b)       Teguran tertulis

2.        Teguran lisan diberikan dalam hal apabila seorang dosen memberikan perkuliahan kurang dari 90% dari jumlah minimum yang ditetapkan.

3.        Teguran tertulis pertama diberikan bila:

a)      Memperlakukan mahasiswa di luar kepatutan, seperti mempersulit mahasiswa dalam kegiatan akademik, mensyaratkan mahasiswa membeli diktat atau sejenisnya dari dosen dan hal-hal lain yang kurang patut,  menyusun proposal/skripsi atau tugas akhir lainnya, dan/atau memperlakukan mahasiswa tidak adil.

b)    Membocorkan soal-soal ujian baik soal ujian mata kuliah sendiri atau mata kuliah dosen lainnya atau memberikan kesempatan untuk itu.

c)     Membantu mahasiswa mengerjakan soal-soal dalam ujian atau memberikan peluang untuk itu.

d)    Melakukan perubahan nilai atau bernegosiasi nilai dengan mahasiswa

e)      Menerima pemberian dalam bentuk apa pun dari pihak lain yang terkait dengan dan mempengaruhi nilai mahasiswa atau kewajiban dosen terhadap mahasiswa tertentu. Dosen pengampu terlambat menyerahkan nilai lengkap akhir Sementer ke subbagian pendidikan fakultas/jurusan/program studi sesuai jadwal yang telah ditetapkan

f)      Dosen memberikan perkuliahan kurang dari 90% dari jumlah minimum yang ditetapkan untuk mata kuliah yang diasuhnya dalam dua semester berturut-turut.

g)    Tidak hadir sebagai pengawas pada Ujian Tengah Semester dan Akhir Semester.

h)    Terlambat menyerahkan nilai sesuai dari waktu yang telah ditetapkan.

4.         Teguran tertulis kedua diberikan apabila dosen:

a)       Memberikan perkuliahan kurang dari 90% dari jumlah yang ditetapkan untuk mata kuliah yang diasuhnya dalam tiga semester berturut-turut.

b)       Terlambat menyerahkan nilai lebih dari dua minggu dari waktu yang telah ditetapkan.

c)        Tidak hadir sebagai pengawas pada Ujian Tengah dan Akhir  Semester dan penguji tugas akhir lebih dari tiga kali berturut-turut, kecuali ada alasan yang dapat diterima.

5.        Penjatuhan sanksi administratif sebagaimana yang dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) diberikan oleh Dekan atas usul dari Ketua Jurusan/Program Studi/bagian.

 

Pasal 57

1.        Sanksi akademik berupa pencabutan sementara (skorsing) dari semua tugas akademik yang meliputi pengajaran dan pembimbingan mahasiswa, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

2.        Sanksi administratif diberikan kepada dosen dalam bentuk penurunan nilai DP3 ke criteria cukup, penundaan kenaikan gaji berkala, serta penundaan kenaikan pangkat dan jabatan, sesuai dengan PP. Nomor 60 tahun 1999 serta peraturan perundang-undangan yang berlaku apabila:

a)       Tidak mengindahkan teguran tertulis kedua.

b)       Terbukti melanggar kaidah-kaidah pemberian nilai ujian.

c)        Terbukti melanggar ketentuan pembimbingan, konsultasi, dan lain-lain.

d)       Terbukti melanggar ketentuan statute universitas, dan peraturan perundang-undangan lainnya.

3.        Sanksi akademik dan administratif yang berat diberikan kepada dosen yang terbukti melakukan kegiatan plagiat dan kejahatan ilmiah lainnya.

4.        Penjatuhan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) ditetapkan dengan Surat Keputusan Dekan melalui pertimbangan senat fakultas.

5.        Penjatuhan sanksi yang dimaksud pada ayat (3) ditetapkan oleh Rektor melalui pertimbangan senat universitas.

 

Pasal 58

Penetapan terhadap sanksi sebagaimana dimaksud pada pasal 63 dan pasal 64 keputusan ini dapat diajukan keberatan secara tertulis dan paling lambat dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal keputusan dikeluarkan.

 

SANKSI AKADEMIK TERHADAP MAHASISWA

Pasal 59

1.        Sanksi akademik terhadap mahasiswa diberikan berupa tidak diperkenankan melanjutkan studi (drop out) apabila:

a)     Mahasiswa yang belajar selama 4 (empat) semester efektif jika pada evaluasi akhir semester keempat, yang bersangkutan telah lulus kurang dari 40 SKS atau IPK kurang dari 2,00.

b)    Mahasiswa yang belajar selama empat belas semester efektif, jika pada evaluasi akhir semester keempat belas tidak memenuhi syarat lulus program studi yang ditempuhnya sebagaiman dimaksud pada pasal 30 dan pasal 31 keputusan ini.

2.        Penjatuhan sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Surat Keputusan Rektor setelah menerima usul dari Dekan melalui pertimbangan senat fakultas.

 

Pasal 60

 

1.        Sanksi akademik lainnya dapat diberikan apabila mahasiswa melakukan kegiatan terlarang, baik yang diatur dalam tata tertib kehidupan kampus maupun dalam peraturan perundangan-undangan lainnya.

2.        Sanksi diberikan kepada mahasiswa yang melakukan kegiatan atau tindakan seperti berikut:

a)     Memalsukan tanda tangan yang terkait dengan nilai mata kuliah, KRS atau KHS, KKN, dan PKL dan sejenisnya serta persetujuan legalisasi lainnya, diberikan sanksi pembatalan nilai semua mata kuliah/tugas yang terkait pada semester itu, dan diberikan skorsing 1 (satu) semester berikutnya dengan memperhitungkan masa skorsing sebagai lama masa studi.

b)    Berlaku curang dalam ujian, tidak disiplin, menerima atau memberi kesempatan terhadap teman untk menyontek, menimbulkan keributan, atau mengganggu pelaksanaan ujian, diberi sanksi pembatalan terhadap mata kuliah yang terkait dengan kejadian itu bagi mahasiswa yang bersangkutan.

c)     Memberikan sesuatu dalam bentuk apapun kepada dosen atau karyawan yang terkait dengan dan mempengaruhi nilai mahasiswa atau kewajiban akademik mahasiswa lainnya, diberikan skorsing satu semester berikutnya dengan memperhitungkan masa skorsing lama masa studi

d)    Tugas-tugas mahasiswa dikerjakan oleh pihak lain, seperti proposal, skripsi, tugas akhir dan sejenisnya, diberikan sanksi pembatalan terhadap kegiatan tersebut, ditambah skorsing satu semester berikutnya dengan memperhitungkan masa skorsing lama masa studi

e)     Bila dikemudian hari setelah mahasiswa diwisuda, ternyata perolehan nilai mahasiswa merupakan hasil pemalsuan dari berbagai cara, maka ijazah yang bersangkutan dibatalkan.

f)      Bila setelah mahasiswa wisuda, ternyata skripsi  atau tugas akhir yang dilakukan merupakan plagiat atau tulisan oleh orang lain atau hasil pemalsuan data sejenisnya, maka ijazah yang bersangkutan dibatalkan.

 

Calendar

« May 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31        

Agenda Kegiatan

No events

News