Pengenalan Tentang Sistem Kredit

A. SISTEM KREDIT

Dalam sistem kredit beban studi yang harus diselesaikan oleh mahasiswa pada setiap jenjang studi dinyatakan dalam bentuk satuan kredit. Adanya perbedaan minat, bakat, dan kemampuan antara mahasiswa yang satu dengan yang lain, maka baik cara dan waktu untuk menyelesaikan beban studi yang diwajibkan tidak harus sama bagi setiap mahasiwa, meskipun mereka duduk dalam jenjang pendidikan yang sama.

Tujuan pokok penggunaan sistem kredit adalah untuk :

1.        Memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang cakap dan giat belajar dapat mengikuti pendidikan dan menyelesaikan studi sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya;

2.        Melaksanakan sejauh mungkin sistem pendidikan dengan masukan dan luaran ganda;

3.        Mempermudahpenyesuaian kurikulum terhadap perkembangan ilmu dan tekhnologi;

4.        Memperbaiki sistem evaluasi kecakapan mahasiswa.

 

B. SISTEM KREDIT SEMESTER (SKS)

Untuk memahami pengertian satuan Kredit semester (sks) maka mahasiswa perlu memahami apa yang dimaksud dengan semester dan hubungannya dengan sks. Satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu program pendidikan, pada setiap satuan kredit mata kuliah adalah semester. Penyelenggaraan program pendidikan suatu jenjang lengkap dari awal sampai akhir dibagi dalam penyelenggaraan semester.

Penyelenggaraan pendidikan satu semester adalah penyelenggaraan pendidikan yang bulat, dimulai dari evaluasi awal perkuliahan, diikuti dengan penyelenggaraan utama serta diakhiri dengan evaluasi keberhasilannya. Satu semester setara dengan 18-19 minggu kerja dosen.

Adapun satuan kredit semester (sks) adalah: Satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa, besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha kumulatif bagi suatu program tertentu, besarnya usaha untuk penyelenggaraan pendidikan bagi perguruan tinggi serta besarnya usaha untuk menyelenggarakan pendidikan bagi Astn. Ahli.

 

C. PELAKSANAAN SKS PERKULIAHAN

Untuk penyelenggaraan kuliah, arti satu kredit semester ditentukan sebagai berikut. Satu kredit semester adalah beban studi untuk mengikuti keseluruhan tiga bentuk kegiatan kurikuler perminggu selama satu semester sebanyak 16 kali. Tiga kegiatan kurikuler tersebut adalah (1) satu jam  (50 menit) acara tatap muka terjadwal dengan Astn. Ahli, dalam bentuk acara kuliah kelas atau pratikum; (2) 60 menit acara kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan studi yang tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh Astn. Ahli, misalnya dalam bentuk penyelesaian pekerjaan rumah; dan (3) 60 menit acara kegiatan akademik mandiri, yaitu kegiatan yang harus dilakukan mahasiswa secara mandiri dengan tujuan mendukung dan memperluas pengetahuan mahasiswa, misalnya dalam bentuk membaca buku referensi.

Bagi Astn. Ahli, satu kredit semester adalah beban penyelenggaraan acara pendidikan untuk menyelenggarakan keseluruhan kegiatan per minggu, dengan rincian: 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa, 60 menit acara perencanaan dan evaluasi kegiatan pendidikan terstruktur, 60 menit pengembangan materi pendidikan.

Untuk penyelenggaraan seminar dan kapita selekta untuk mata kuliah tertentu, dimana mahasiswa diwajibkan memberikan penyajian makalah, maka pelaksanaan satu kredit semester sama seperti pada penyelenggaraan kuliah mata kuliah lainnya..

Untuk satu mata kuliah dengan nilai beban tertentu, jadwal pelaksanaan kuliahnya harus disesuaikan dengan nilai beban tersebut, serta dengan memperhatikan efektivitas penyelenggaran dan penyampaiannya kepada mahasiswa.

 

A.      PELAKSANAAN SKS PRAKTIKUM SOSIAL

Penyelenggaraan Praktikum sosial bertujuan untuk melatih kemampuan psikomotorik dan kemampuan aplikatif mahasiswa sesuai dengan kompetensi akademik yang harus dimiliki oleh mahasiswa pada setiap jurusan, dan kompetensi khusus yang harus dimiliki mahasiswa lulusan fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Praktikum sosial untuk mata kuliah yang telah ditetapkan oleh jurusan dan fakultas dicantumkan dalam kurikulum dengan bobot sks.  Waktu atau lama pelaksanaan kegiatan pratikum sesuai dengan bobot sks dan mengikuti ketentuan penyelenggaraan kegiatan akademik per-minggu.

Kegiatan pratikum sosial dapat dilakukan di laboratorium yang ada pada setiap jurusan atau dilakukan di lapangan (nagari,kelurahan mitra dan pada institusi pemerintah atau swasta), sesuai dengan kebutuhan dan tujuan dari mata kuliah. Untuk kegiatan paratikum sosial yang dilakukan di lapangan, perhitungan beban kegiatan harus dibedakan antara lama kegiatan di lapangan dan intensitas kegiatan (interaksi mahasiswa dengan dosen atau tim pengelola pratikum sosial pada setiap jurusan) selama di lapangan.

 

B.     PERENCANAAN STUDI PER SEMESTER

Didalam perjalanan studinya, setiap mahasiswa diwajibkan memikul sejumlah beban tertentu pada suatu semester. Jumlah ini ditentukan oleh rancangan kurikulum yang diikuti dan jumlah beban nominal. Dalam keadaan yang menyimpang, dibatasi dengan jumlah beban maksimum.

Adapun beban studi maupun susunan kegiatan yang diambil oleh seseorang mahasiswa dalam suatu semester tidak perlu sama dengan yang diambil oleh mahasiswa yang lain. Dalam menentukan beban studi satu semester buat seorang mahasiswa perlu diperhatikan kemampuan dirinya. Hal ini dapat dilihat dari hasil studi pada semester-semester sebelumnya yang diukur dengan indeks prestasi (IP). Pemilihan mata kuliah dan penyusunan beban tersebut ditentukan dengan bantuan konsultasi dari Astn. Ahli pembimbing atau pimpinan jurusan.

Perencanaan studi dilaksanakan pada pertengahan semester berjalan. Penentuan jumlah sks semester yang akan dilakukan berpedoman kepada IP semester sebelumnya dengan rentangan sks sebagai berikut :

Pedoman pengambilan sks adalah sebagaimana tercantum pada tabel  berikut: 

 

Indeks Prestasi Satu Semester Sebelumnya

Jumlah SKS Maksimum Pada Semester Berikutnya

<1,50

>=1,50 – < 2,00

>=2,00 – <2,75

>=2,75 – <3,25

>=3,25

12 sks

15 sks

18 sks

21 sks

24 sks

F. BEBAN STUDI

Beban studi untuk setiap program sarjana di Lingkungan FISIP adalah 144 – 160 sks. Pada setiap semester ditawarkan sejumlah mata kuliah untuk setiap program studi yang dipilih oleh mahasiswa dengan mengisi kartu rencana studi (KRS) yang disahkan oleh Penasehat Akademik atau Pembimbing dengan membubuhkan tanda tangan.

Jumlah beban studi yang dinyatakan dengan sks pada semester 1 dan 2 diambil sesuai dengan jumlah paket pada semester bersangkutan. Jumlah beban studi pada semester berikutnya, ditentukan oleh Indeks Prestasi (IP) mahasiswa yang bersangkutan dari  1(satu) semester sebelumnya. Pemilihan mata kuliah untuk pengisian KRS oleh mahasiswa memperhatikan prasyarat setiap mata kuliah.

Jadwal pengisian KRS dilakukan oleh mahasiswa pada awal semester. Perubahan KRS dilakukan selambatnya 2 minggu setelah perkuliahan semester yang bersangkutan berjalan. Jumlah beban perkuliahan semester pendek yang dapat diikuti oleh mahasiswa diatur oleh masing-masing fakultas dengan ketentuan maksimum 10 sks. Mata kuliah yang boleh diambil pada semester pendek adalah mata kuliah yang telah pernah diambil dan bagi yang baru mengambil mata kuliah tersebut harus memilki IPK sama atau lebih besar dari 3 (tiga). Kelebihan jumlah beban sks setiap semester hanya boleh 1 (satu) sks, apabila tidak sesuai dengan kelipatan jumlah sks per mata kuliah, dan jumlah tidak melebihi 24 sks. Kelebihan jumlah 1 (satu) sks tersebut dengan persetujuan Penasehat Akademik/ ketua jurusan/bagian atau pembimbing.

Mahasiswa tidak dibenarkan menambah, mengurangi atau menukar sks dan mata kuliah pada KRS, serta nilai pada KHS di luar ketentuan yang berlaku. Mahasiswa dilarang menghapus atau menghilangkan mata kuliah dan nilai serta sks yang telah diambil dan tercantum dalam KRS dan KHS. Semua mata kuliah yang tercantum dalam KRS dihitung dalam penentuan Indeks Prestasi pada KHS.  

Agenda Kegiatan

No events

News

Penawaran Insentif Kegiatan Creadit Earning 2017 Penawaran Insentif Kegiatan...   Informasi Lengkap Klik Disini
Student Mobility T.A 2017 Student Mobility T.A...   informasi lengkap klik disini