Pada Tanggal 7 Agustus 1997 Dirjen DIKTI menerbitkan SK Dirjen DIKTI Nomor 326/Dikti/Ket/1997 tentang Pembentukan Program Studi S1 Ilmu Politik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas. Dengan demikian, FISIP Universitas Andalas memiliki tiga Jurusan yang merupakan landasan kuat untuk lebih mengembangkan ilmu terapan (Applied Science) baik dalam area disiplin Ilmu Sosial maupun dalam Ilmu Politik.


Dalam rangka pengembangan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada FISIP Unand, maka dibentuk panitia pendirian Jurusan/Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Andalas yang diketuai oleh Dra. Ranny Emilia,M.Phil berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas Nomor : 18/sp/1/FISIP2006. Panitia bertugas merumuskan format Jurusan, serta bertugas mengurus proses pendirian Jurusan sampai keluarnya SK pendirian dari DIKTI. Salah satu langkah awal yang dilakukan oleh panitia adalah needs assessment dengan melakukan serangkaian kegiatan seperti RTD (Round Table Discussion), Perbandingan ke beberapa Jurusan HI yang ada di Indonesia seperti ke UNPAD, UGM, UI dan UNPAR serta juga mendatangkan visiting Professor HI dari University Kebangsaan Malaysia, University Utara Malaysia disamping itu panitia juga mengumpulkan data dari website perguruan tinggi luar negeri yang memiliki bidang kajian ilmu hubungan internasional seperti di Australia National University, Leiden University, Aberyswith University dan London School of Economic and Science sebagai bahan penyusunan kompetensi dan kurikulum Jurusan/Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Andalas.

Round Table Discussion yang dilakukan pada 20 Mei 2006 di Universitas Andalas, melibatkan berbagai pihak yang relevan dengan Jurusan HI, seperti praktisi Hubungan Luar negeri (ada beberapa mantan diplomat dan Diplomat senior, seperti Prof. Hasyim Djalal, DR. Boer Mauna, DR. Wisber Louis, Musma Musa Abbas, Alwis Azizat Murad), akademisi baik dari Unand maupun dari luar, seperti The Indonesian Institute, media, dan pengusaha ekspor impor, dll. Acara ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi lebih dalam akan kebutuhan Ilmu Hubungan Internasional di Indonesia dan Sumatera Barat khususnya.

 

B.Alasan Pendirian


Paling tidak terdapat tiga alasan utama yang mendasari pendirian Jurusan/Program Studi baru ini :

Pertama, masyarakat Sumatera Barat memiliki sejarah yang berhasil menelurkan diplomat-diplomat unggulan. Bangsa Indonesia merasakan kontribusi mereka yang sangat besar dalam mempertahankan kemerdekaan, membela kepentingan nasional dan menjamin integritas bangsa dalam forum-forum internasional. Para diplomat unggulan lahir bukannya tanpa konteks. Pendidikan yang dipilih, minat serta bakat adalah faktor-faktor penting dalam menetapkan hasilnya. Lingkungan dimana mereka hidup turut menyumbang bagi perkembangan kepribadian, kecerdasan dan ketangkasan orang-orang dalam bertindak. Sementara Sumatera Barat pernah diakui sebagai gudang diplomat Indonesia, tidak satupun lembaga pendidikannya yang menyediakan fasilitas untuk belajar dan mendalami ilmu tersebut.

Kedua, eksistensi Jurusan/Program Studi Ilmu Hubungan Internasional itu bukan semata-mata untuk menghasilkan diplomat. Hal yang tidak kalah penting adalah para peneliti dan pengajar di jurusan ini akan bisa menghasilkan garis besar strategi penetrasi peran masyarakat Sumatera Barat di tingkat regional (Asia Tenggara) dan tingkat internasional (Asia/Global), seperti kerjasama regional SiJoRi (Singapura, Johor dan Riau), IMGT (Indonesia Malaysia Growth Triangle), ASEAN dan kerjasama lainnya. Penetrasi di bidang ekonomi dan kebudayaan merupakan langkah yang sangat feasible. Masyarakat Sumatera Barat sudah harus membuka mata, melihat eksistensinya bukan saja bagian dari masyarakat Sumatra atau Indonesia, tetapi bagian dari sebuah dunia. Melihat itu, maka fokus Jurusan/Program Studi Hubungan Internasional bukan semata-mata mengenai bagaimana mengantisipasi penetrasi ekonomi dan budaya asing, tetapi justru tentang bagaimana membuat masyarakat Sumatera Barat bisa berpengaruh di tingkat supra-nasional. Melihat potensi SDM dan jaringan yang telah ada, yang perlu dilakukan sekarang adalah mengintegrasikan potensi dengan network dalam sebuah visi tentang Sumatera Barat di arena Internasional.

Ketiga, para peneliti dan pengajar di Jurusan/Program Studi Ilmu Hubungan Internasional bisa memberikan analisa-analisa antisipatif yang berkaitan dengan arena internasional. Situasi ekonomi dan politik internasional itu sangat dinamis. Perkembangannya bisa pesat. Tren-tren mikro memang (misalnya harga minyak atau perang) sulit untuk diprediksi, tetapi tren makro (misalnya laju perdagangan atau investasi) sangat bisa dikaji dan sering bisa menghasilkan blue-print yang aplikatif. Fenomena di Banglore dan Dalian misalnya, adalah contoh kemampuan analisis-analisis di kedua daerah tersebut mengkombinasikan tren ekonomi global dengan potensi lokal. Mereka secara serius melakukan kajian dan berhasil membaca kecendrungan ekonomi dan teknologi. Dikombinasikan dengan keterbukaan pemerintah daerahnya dan kemauan serta kemampuan enterprener lokal maka analisa-analisa jitu tersebut menghasilkan kemajuan lokal yang fenomenal.

Dari serangkaian kegiatan dalam kerangka need assessment, dirumuskan beberapa dasar pemikiran bagi pengembangan Jurusan/Program Studi Ilmu Hubungan Internasional yang sedang dilaksanakan oleh FISIP Unand saat ini. yaitu untuk menciptakan orang-orang yang memiliki keahlian dan kompetensi sebagai berikut :

Hubungan Luar Negeri


Keahlian ini mencakup kecakapan dalam merumuskan, menganalisa dan menawarkan pemecahan masalah-masalah hubungan luar negeri; membentuk dan mengembangkan hubungan luar negeri; memakai badan-badan pembuat keputuasan internasional; termasuk hukum-hukum, aturan-aturan main, dan teknik-teknik perundingan dan perjanjian internasional.

Ekonomi Politik Global


Keahlian ini mencakup kemampuan merumuskan dan menjawab masalah-masalah Ekonomi Politik Global serta aplikasi-aplikasinya dalam bentuk kebijakan, keputusan dan praktek-praktek kenegaraan dan masyarakat sipil. Keahlian ini juga mencakup pengembangan konsep dan teori untuk menjawab masalah-masalah globalisasi seperti misalnya terorisme, kerusakan lingkungan, kemiskinan dan kelaparan, serta ancaman perdamaian dunia.

Diplomasi


Kemampuan untuk merundingkan, dan membuat kesepakatan dengan bangsa-bangsa lain baik bilateral maupun multilateral dan forum-forum internasional. Kompetensi dalam bidang diplomasi ini akan ditekankan pada preventif diplomacy (diplomasi pencagahan) dan cultural diplomacy (diplomasi kebudayaan).

Setelah serangkaian kegiatan di atas, panitia pendirian Jurusan Ilmu Hubungan Internasional mulai merumuskan pokok pikiran dalam rangka pendirian jurusan ini yang dituangkan dalam bentuk proposal usulan pembukaan Jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Dengan proses yang cukup panjang, pendirian Jurusan Ilmu Hubungan Internasional mendapat dukungan dari Pemerintah Propinsi Sumatera Barat berdasarkan Surat Rekomendasi Nomor 421.3/297/Sospora-2007. Kemudian di tingkat Senat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dikeluarkannya surat rekomendasi nomor 363/J.16/PP/2007. Setelah melakukan beberapa kali presentasi proposal di depan Komisi Pendidikan Senat Universitas Andalas pada tanggal 22 Januari 2007 dan 5 Februari 2007 serta dilakukannya beberapa kali perbaikan proposal dikeluarkannya maka Senat Universitas Andalas mengeluarkan surat persetujuan atas didirikannya Jurusan/Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Andalas. 

 

Dasar hukum pembukaan PRODI IHI memakai SK DIKJEN DIKTI NO: 1623/D/T2007 tanggal 6 Juli 2007 tentang pendirian PRODI IHI di UNAND. Selanjutnya SK ini telah diperkuat dengan SK DKJEN DIKTI NO: 2847/D/T/K-N/2009 tentang masa operasional Prodi HI di UNAND. Berdasarkan SK BAN-PT No 051/BAN-PT/Ak-XIV/S1 tahun 2012, PRODI IHI mendapatkan akreditasi B. SK ini berlaku hingga 27 Januari 2017. Capaian ini amat baik di usia Prodi HI yang baru berdiri sejak tahun 2007. Prestasi ini menjadi milestone untuk peningkatan kinerja Prodi di masa yang akan datang.

 
 

Agenda Kegiatan

No events